Tampilkan postingan dengan label Melancong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melancong. Tampilkan semua postingan

Taman Wisata Wendit yang Asri nan Damai

Hari libur merupakan hari spesial yang ditunggu-tunggu oleh siapapun, karena pada hari tersebut orang dapat melakukan banyak hal diluar kesibukan dan rutinitas sehari-harinya. Hari libur biasanya digunakan untuk melakukan hobi, berkunjung ke sanak saudara, beristirahat atau liburan bersama teman dan keluarga. Beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung ke rumah sahabat saya di Kota Malang, Kota apel yang sejuk dan punya banyak surga wisata. Dari sana kemudian saya diajak ke sebuah taman wisata yang sedikit asing di telinga saya. Dia adalah Taman Wisata Wendit. Memang tidak sefamiliar Jatim Park, Taman Bunga Selecta, atau Wisata Sengkaling. Tapi siapa sangka taman wisata ini berhasil merebut hati saya (hehehe).


Taman Wisata Wendit terletak di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang sekitar 8 km dari pusat Kota Malang. Lokasinya terletak di tepi kanan jalan utama arah ke Gunung Bromo melalui Tumpang (lewat) Poncokusumo. Wendit memiliki sumber air yang sangat jernih dan masih alami. Sumber airnya juga menjadi salah satu sumber air bagi PDAM Kota Malang. Lokasi wisata alam yang dipadu dengan wisata buatan dan menempati lahan seluas 9 hektar ini memiliki beberapa fungsi diantaranya untuk wisata olahraga air, sejarah, pendidikan dan konservasi hutan kota.

 

Tempat wisata ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jika menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Arjosari Malang bisa naik angkutan jalur AT (Arjosari-Tumpang) warna putih kombinasi hijau. Bagi anda yang membawa kendaraan rpibadi ada fasilitas parkir untuk mobil dan sepeda motor yang luas di area wisata. Harga tiket masuk ke area  wisata Wendit adalah Rp10.000 (dewasa) dan Rp 5.000 (anak-anak). Untuk menikmati fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya Anda kan dikenakan biaya lagi. Harganya bervariasi mulai dari Rp. 2000 – Rp. 500.000 tergantung fasilitas dan wahananya.



Tempat wisata ini pada dasarnya merupakan sebuah kolam renang alami (dari sumber mata air asli) dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas sebagai sarana rekreasi, seperti wahana air untuk anak-anak dan keluarga. Fasilitas yang disediakan saat ini meliputi kolam renang anak-anak, kolam renang dewasa, kolam arus, area pemancingan, kolam spa, waterboom, carousel, bombom car, worm coaster, perahu angsa, sepeda air, mandi bola, delman domba, flying fox, sepeda trail, ATV, restoran apung, kantin, tempat outbond, cottage dan beberapa wahana maupun fasilitas penunjang lainnya. Berbagai arena permainan anak dan kios penjual makanan yang berderet rapi serta taman-taman bunga yang indah menambah kecantikan taman wisata ini.



Menurut sejarah dan kepercayaan masyarakat sekitar, konon katanya Taman Wisata Wendit ini dulunya merupakan lokasi peristirahatan raja kerajaan Majapahit yaitu Hayam Wuruk. Daya tarik yang khas obyek wisata ini adalah adanya puluhan kera yang bebas berkeliaran di hutan kecil dan menghuni di pepohonannya. Kera-kera di sini berjenis kera ekor panjang (macaca fascicularis). Kera-kera ini kadang-kadang turun dari pohon untuk untuk mencari makanan dari para pengunjung yang lewat. Apabila anda ingin memberi mereka makanan, anda dapat membeli kacang yang menjadi makanan favorit para kera di kios pedagang seharga dua ribu rupiah saja. Tetapi tetap hati-hati dan waspada ya apabila memberi makan kepada kera. Bagi anda yang membawa anak-anak juga dihimbau agar selalu menjaga dan mengawasi anak anda, karena kera-kera ini merupakan hewan liar kendati ramah kepada para pengunjung.

Di Wendit, Anda juga bisa menikmati indahnya telaga air dengan perahu kayu. Di sekitar telaga terdapat restoran dan beberapa pondok wisata. Bangku-bangku santai berjejer di tepi pemandian. Di sini, wisatawan juga bisa melihat beberapa peninggalan sejarah berupa arca kuno tersebar di sekeliling Pemandian Wendit. Kalau ingin berkeliling mengitari kawasan hutan di Wendit, pengunjung bisa menyewa kuda dengan pemandu yang memakai seragam ala punggawa kerajaan tempo dulu. Panoramanya yang asri dengan banyak pepohonan besar yang rindang, taman-taman yang hijau, dan telaga air yang jernih didukung dengan hawa yang sejuk, membuat siapa saja pasti betah berlama-lama disini. Taman wisata ini cocok bagi anda yang membutuhkan suasan tenang nan damai, ingin bersantai melepas penat, atau juga mencari inspirasi.


Liburan Murah Bersama Alam di Hutan Pinus Pandaan

Pasuruan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki puluhan destinasi wisata yang menarik. Banyak para pelancong yang akhirnya melabuhkan hatinya di Pasuruan untuk menikmati liburan bersama teman dan keluarga. 

Pasuruan juga sangat bersahabat buat para backpacker dan photo hunter yang ingin berwisata dengan budget yang hemat. Banyak destinasi wisata keren dengan biaya tiket yang murah meriah.


Salah satu destinasi wisata yang bisa kamu nikmati dengan tarif hemat yang dijamin tidak menguras kantong adalah The Pines Pandaan atau sering disebut Hutan Pinus Pandaan. Wisata ini menyajikan suasan alam hutan pinus yang sangat eksotis. Selain bisa menimati pohon pinus, kamu juga bisa mencoba sensasi menaiki rumah-rumah pohon dan menikmati pemandangan dari atas rumah pohon tersebut. Ada pondok rumah pohon di dalam hutan pinus yang dijamin membuat kamu betah berlama-lama disana.

Di hutan pinus ini kamu juga dapat melakukan permainan outbond seperti Airsoft Gun, dan flying fox. Bagi kamu yang suka mengendarai kendaraan di jalur hutan dan ofroad, kamu bisa menyewa motor ATV, kamu bisa balapan deh bareng teman-teman kamu di hutan hehe. 


Hutan pinus menyediakan fasilitas seperti penginapan. Ada 2 pilihan penginapan yang bisa kamu pilih yaitu menginap di pondok rumah kayu atau menginap di alam bebas dengan tenda. Kalau lapar bagaimana? Tenang saja, karena disana sudah ada depot yang siap melayani kebutuhan makan kamu. Sebenarnya ada banyak fasilitas yang disediakan oleh wisata ini, tapi ane mungkin yang kurang explore ketika berkunjung kesana, maklum niat ane Cuma cari tempat foto yang bagus dan natural hehe. So, pasti masih banyak misteri keindahan dari hutan pinus ini yang belum ane temukan. Kawan-kawan mungkin bisa explore sendiri deh nanti.


Untuk menuju lokasi wisata ini kamu harus punya kendaraan sendiri, karena tidak ada kases angkutan umum menuju kesana kawan. Kamu bisa pakai motor atau mobil. Bagi kamu yang sering melintas di jalan Surabaya-Malang pasti tahu Kawasan Taman Dayu Pandaan. Nah kamu bisa lewat situ kawan, ikuti saja jalan besar yang menuju ke arah selatan. Lurus saja ya, sampai ketemu portal dan pos satpam. Izin dulu ke satpamnya, hehehe dan enjoy the travel. Kamu akan disuguhi pemandangan asri perumahan yang megah dan mewah berbaris rapi menyambutmu. Green zone dan hamparan lapangan golf yang cantik juga bakal membuat mata enggan berkedip. Patung-patung besar yang unik juga bisa kamu temui disepanjang perjalanan menuju ke lokasi, kamu bisa jepret-jepret sesukamu di patung-patung ini. tapi saran ane, hati-hati kawan, kamu harus punya kendaraan yang prima, karena jalan menuju ke kawasan Hutan Pinus Pandaan terbilang cukup terjal. So, pastikan mesin dan rem kendaraanmu dalam kondisi yang baik agar kamu selamat sampai tujuan.


Untuk masalah tiket, pihak pengelelola Hutan Pinus Pandaan masih belum membuka Ticketing alias masih gratis, tapi tidak menutup kemungkinan di kemudian hari ada tiket masuknya. Untuk saat ini Kamu hanya perlu bayar biaya parkir saja kawan, 2000 untuk mendaran roda dua. So, mumpung masih gratis.... buruan deh kunjungi kawasan wisata ini. Selamat berpetualang kawan.

Wisata Alam Air Terjun Dlundung


Berbagai tempat rekreasi kini banyak sekali jenisnya, mulai dari harga terendah atau bahkan tidak pakai bayar alias gratis sampai yang tiket masuknya saja bisa menghabiskan gaji sebulan. Hehe, memang gajinya berapa bang?

Nah, salah satu tempat wisata yang dapat dicoba, apalagi untuk pribadi yang suka dengan alam adalah air terjun. Air terjun yang saya kunjungi kali ini bernama air terjun Dlundung, yang terletak di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Letak wisata air terjun ini ±20 km dari Pandaan, dan ±25 km dari Mojokerto. Tiket masuk untuk menikmati air terjun yang mungil ini hanya Rp. 10.000,-. 


Selain itu, jika anda ingin untuk mengajak teman-teman satu sekolah, atau satu kampus juga bisa, karena pihak pengelola sudah menyediakan tempat untuk mendirikan tenda, jadi sekalian mandi di air terjun malamnya bisa main api unggun juga. 



Hawa yang terasa ketika masuk di daerah ini adalah dingin yang luar biasa, apa lagi saat menyentuh air, seperti lelehan es yang mengalir dari jurang. Jika anda tertarik untuk mengunjungi wisata ini, siap-siap membawa jaket dan saya sarankan untuk tidak menggunakan sepatu yang licin, pakailah sendal yang nyaman dipakai agar tidak terpeleset ketika sudah mendekati pinggiran air terjun. Semoga tertarik, selamat berlibur!

Ditulis oleh : Farikhah Mahdalena

Liburan kemana, Candi Jawi saja


Assalamualaikum Sobat, pada kesempatan ini saya ingin sharing tentang tempat wisata sekaligus peninggalan sejarah di daerah kampung halaman saya. Dia adalah Candi Jawi atau bahasa inggrisnya Jawi Temple (hehe). Kalau Sobat sekalian pernah main ke kawasan wisata Puncak Prigen, Puncak Trawas, atau Puncak Tretes dan lewat Jalan Raya Pandaan pasti melewati Candi ini. Candi Jawi terletak di antara jalan kecamatan Pandaan menuju kecamatan Prigen, tepatnya terletak di desa Candiwates. Kalau kita melintas dari arah Pandaan ke kawasan puncak Prigen, candi ini ada di kanan jalan dan bisa sobat sekalian saksikan dengan jelas karena letaknya memang sangat dekat dengan jalan raya.

Candi ini dibangun pada abad ke 13 dan merupakan peninggalan bersejarah kerajaan Hindu-Budha Singhasari. Banyak yang menduga bahwa Candi Jawi adalah tempat pemujaan dan atau tempat peribadatan, tapi yang sebenarnya candi Jawi adalah tempat penyimpanan abu dari raja terakhir Singosari, yaitu Kertanegara. Bentuk candi Jawi berkaki Siwa, berpundak Buddha. Bentuknya tinggi ramping seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah, dengan ukuran luas 14,24 x 9,55 meter dan tinggi 24,50 meter. Pintu candi menghadap ke timur yang mempertegas bahwa candi ini bukan tempat pemujaan atau pradaksina.Terdapat relief pada dinding sekitar candi Jawi dan yang menambah keunikan lainnya adalah batu yang dipakai sebagai bahan bangunannya terdiri dari dua jenis. Bagian bawah terdiri dari batu hitam, sedangkan bagian atas batu putih. Hal ini juga mungkin mengindikasikan adanya dua periode pembuatan. (eastjava.com)


Nah untuk masuk ke kawasan Candi ini Sobat sekalian hanya dikenakan biaya parkir bila membawa kendaraan (kalau tidak salah Rp. 2000 untuk kendaraan bermotor, untuk mobil kurang tahu karena belum pernah bawa mobil hehehe). Sedangkan untuk ke candinya sendiri Sobat semua hanya ditarik biaya seikhlasnya kepada petugas yang bertugas di depan pintu kawasan candi.
Setelah itu sobat semua bisa menikmati keindahan dan keeksotisan candi Jawi sepuas-puasnya. Sobat juga bisa naik ke candi tersebut untuk melihat pemandangan Desa Candiwates yang indah dari atas candi (tapi hati-hati jatuh ya). 


Dibelakang candi juga ada taman bunga yang asri dan indah yang biasanya dipakai untuk tempat foto-foto oleh kaula muda maupun para wisatawan yang datang. Dulu ketika masih SMA, saya pernah piknik bersama teman-teman kelompok ilmiah remaja disana, karena tempatnya teduh dan tenang sehingga cocok untuk acara-acara kebersamaan seperti itu. 


Semoga info ini bisa jadi referensi tujuan tempat wisata akhir pekan atau hari libur sobat semua.